Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2026

Legenda Guendalina Azzurrina.

Legenda Guendalina Azzurrina.   Dahulu kala, di kota Rimini, Italia, yang dikenal dengan keindahan pemandangannya dan sejarah yang kaya, hiduplah seorang gadis kecil bernama Guendalina Malatesta. Sejak lahir, Guendalina berbeda dari anak-anak lainnya. Ia seorang pengidap albino — kulitnya berwarna sangat pucat bagaikan pualam putih, dan rambutnya tumbuh berwarna putih bersih, seakan-akan belum pernah disentuh oleh sinar matahari. Di masa itu, perbedaan seperti itu bukanlah sesuatu yang diterima dengan baik. Pengidap albino sering kali dikucilkan oleh masyarakat, bahkan ada yang dibunuh secara kejam karena dianggap membawa bencana. Kepercayaan setempat pada masa itu meyakini bahwa orang yang berpenampilan demikian dikaitkan dengan kutukan dan sihir, sehingga siapa pun yang berbeda harus dijauhi atau dimusnahkan.   Orang tua Guendalina sangat mencintai putri mereka dan tidak ingin kehilangan dia. Melihat bahaya yang terus mengancam nyawa anak mereka, mereka berusaha dengan segal...

Legenda Keraton Panarajon.

Legenda Keraton Panarajon.   Pada masa lampau, berdirilah sebuah kerajaan agung di bawah pemerintahan Maharaja Sri Haji Jayapangus, yang beristana megah di Gunung Panarajon. Di samping beliau berdiri permaisuri utama yang sangat bijaksana, bergelar Sri Parameswari Induja Ketana. Sang Permaisuri dikisahkan berasal dari Danau Batur, merupakan putri dari keturunan Bali Mula, penduduk asli pulau Bali yang penuh kearifan leluhur. Di masa itu, Senapati Kuturan yang menjabat adalah Mpu Nirjamna, yang dibantu oleh dua orang penasehat kerajaan yang bijaksana, yaitu Mpu Siwa Gandhu dan Mpu Lim. Di dalam lingkungan Mpu Lim hiduplah seorang dayang yang sangat cantik jelita, bernama Kang Cing We, putri dari I Subandar yang memperistri seorang wanita Bali bernama Jangir.   Setelah sekian lama Kang Cing We menjadi dayang di lingkungan istana, Maharaja Sri Haji Jayapangus menaruh hati dan berkeinginan untuk memperistri gadis tersebut serta melangsungkan pernikahan secara sakral. Mendengar keh...

Kisah Legenda Ciung Wanara.

Kisah Legenda Ciung Wanara.    Di Kerajaan Galuh, kisah Ciung Wanara bermula dari kecemburuan di kalangan istana. Raja memiliki dua istri: Dewi Pangrenyep yang pertama, dan Dewi Naganingrum yang kedua. Ketika putra mahkota lahir dari Dewi Naganingrum, Dewi Pangrenyep melakukan tipu daya — menukar bayi itu dengan seekor anak anjing, lalu menghanyutkan sang bayi ke Sungai Citanduy di dalam keranjang, bersamaan dengan sebutir telur ayam.   Bayi tersebut ditemukan dan dibesarkan oleh Aki dan Nini Balangantrang di tengah hutan. Ia diberi nama Ciung Wanara — diambil dari nama burung Ciung dan monyet (Wanara) yang sering menemaninya. Telur yang ikut hanyut menetas dan tumbuh menjadi ayam jago yang memiliki kesaktian luar biasa. Ketika dewasa, Ciung Wanara pulang ke kerajaan dan menantang Raja dalam sabung ayam. Ayam jago saktinya menang, dan melalui kemenangan itu ia mengungkap kebenaran, menyingkirkan yang berbuat curang, dan mengembalikan tahta kepada yang sah.   Bagi mas...